Rabu, 18 Maret 2015

Bab 4 : MANUSIA DAN CINTA KASIH



MANUSIA DAN CINTA KASIH

Nama               : Daniel Kristian M.
Kelas               : 1IB05
NPM               : 12414516

A.    Pengertan Cinta Kasih
Cinta adalah rasa suka/sayang ataupun rasa sangat kasih atau tertarik kepada sesuatu, sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau menaruh belas kasihan. Walaupun pengertian cinta dan kasih mengandung arti hampir sama, namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Cinta lebih mengandung arti mendalamnya rasa, namun kasih lebih keluarnya; sehingga bersumber dari cinta yang mendalamlah kasih itu dapat diwujudkan secara nyata.

B.     Cinta menurut Ajaran Agama
Agama sejak dahulu kala telah mengajarkan kepada semua umat manusia agar saling mencintai sesamanya, baik itu cinta lawan jenis (ada batasnya), cinta kepada orang tua, cinta kepada sebaya dll. Banyak kata-kata cinta yang didengungkan lewat lagu yang berisi ajaran agama, membawa cinta kasih ke berbagai forum perdamaian dll. Cint pun menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk.

C.     Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan sebuah perasaan sayang, cinta atau suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang sadar aatu tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang utuh. Bayi yang baru lahir, anak-anak, remaja, laki-laki, perempuan, ayah, ibu, semuanya memiliki rasa kasih sayang.
Dasar komunikasi yang baik salam suatu keluarga ialah kasih sayang yang terdiri dari komunikasi antara anak ke ibu, anak ke ayah, ibu ke ayah, anak ke anak. Sementara itu, komunikasi antara anaka dengan orang tua terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orangtuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1.      Orang tua bersifat aktif, sedangkan anak bersifat pasif.
2.      Orang tua bersifat pasif, sedangkan anak bersifat aktif.
3.      Orang tua dan anak bersifat aktif.
4.      Orang tua dan anak bersifat pasif.

D.    Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab, yang berarti hubungan yang sangat akrab antara pria-wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah menikah. Pada dasarnya, kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Kemesraan dapat menimbulkan kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

E.     Pemujaan
Pemukaan adalah salah satu bentuk nyata cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam berbagai komunikasi ritual sesuai dengan keyakinan tiap manusia itu sendiri. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.

F.      Belas Kasihan
Di dalam kehidupan ini terdapat berbagai macam cinta, yaitu cinta kepada Tuhan (cinta agape), cinta kepada ibu, bapak dan saudara (cinta philia), cinta antara pria dan wanita (cinta emor) dan cinta kepada sesama (perpadua antara agape dan philia). Cinta kepada sesama inilah yang diistilahkan sebagai belas kasihan.
Ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita keluarkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas.
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita mengeluarkan belas kasihan, bergantung kepada situasi dan kondisi.

G.    Cinta Kasih Erotis
Setiap umat manusia mempunyai batasan dalam mengungkapkan cinta kasihnya kepada semua pihak, namun karena ada beberapa individu yang menginginkan kesempurnaan cintanya dan ingin lebih, maka dapat dikatakan bahwa terjadi yang namanya cinta kasih erotis.
Cinta kasih erotis sering dicampuradukkan dengan pengalaman eksplosif berupa jatuh cinta. Namun, perasaan inilah yang justru membuat seseorang tidak bisa menahan dirinya sendiri terutama terhadap lawan jenis. Bagi yang sudah menikah, hal itu masih bisa ditolerir. Yang jadi maalahnya adalah bagi para lawan jenis yang belum menikah, tapi sudah melakukan hal percintaan yang justru mengarah ke perbuatan asusila. Seringkali para pria-wanita berhubungan intim tidak pada tempatnya, pada waktunya dan suasana yang tepat. Belum lagi jika ada pasangan yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa apa yang diharapkannya tidak sesuai dengan kenyataan. Maka timbullah perasaan emosi yang begitu besar dan tidak lagi memperdulikan lingkungan sekitar.
Sebenarnya cinta kasih erotis bermakna baik, yaitu sungguh-sungguh mencintai dan menyayangi dengan jiwanya yang sedalm-dalamnya dan menerima pribadi orang lain.
Soal :
1.      Berikut yang merupakan perbedaan anta cinta dengan kasih adalah.....
a.       Cinta merupakan rasa tertarik terhadap sesuatu, sedangkan kasih merupakan perasaan menaruh belas kasihan.*
b.      Cinta merupakan perasaan menaruh belas kasihan, sedangkan kasih merupakan perasaan menaruh belas kasihan.
c.       Cinta lebih mengandung rasa keluarnya, sedangkan kasih lebih mendalam
d.      B dan C benar.
2.      Bapak Zidni sangat memberikan cinta kasih kepada anaknya setiap hari, sedangkan anaknya tidak terlalu memberikan cinta kasih kepada ayahnya. Itu berarti.....
a.       Bapak Zidni bersikap aktif, sedangkan anaknya bersikap pasif.*
b.      Bapak Zidni bersikap pasif, sedangkan anaknya bersikap aktif.
c.       Bapak Zidni dan anaknya bersikap aktif.
d.      Bapak Zidni dan anaknya bersikap pasif.
3.      Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti....
a.       Perasaan simpati yang akrab.*
b.      Perasaan simpati yang biasa saja.
c.       Perasaan simpati yang berlebihan.
d.      A, B dan C salah.
4.      Fauzan setiap harinya memuji dan mencintai Tuhan yang telah memberikan kehidupannya hingga saat ini. Hal ini merupakan bentuk cinta dari.....
a.       Cinta Philia.
b.      Cinta Agape.*
c.       Cinta Emor.
d.      A, B, dan C salah.
5.      Di bawah ini yang termasuk dalam kategori cinta kasih erotis adalah.....
a.       Asusila.
b.      Perzinahan.
c.       Selingkuh.
d.      A, B dan C benar.*
Daftar Pustaka :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar; Universitas Gunadarma, Jakarta, 1996.

Bab 3 : KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN



KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Nama               : Daniel Kristian M.
Kelas               : 1IB05
NPM               : 12414516
 
A.    Pendekatan Kesusatraan
IBD (Ilmu Budaya Dasar) sesuai namanya yang dahulu dinamakan Basic Humanities berasal dai bahasa latin “humanus”yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Mempelajari itu, maka kita pun menjadikan kita lebih manusiawi, berbudaya dan halus (homo humanus).
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari the humanities. Apa yang dimasukkan dalam the humanities sebagian besar disesuaikan dengan waktu dan keadaan, mencakup filsafat, teologi seni dll termasuk cabangnya sejarah, sastra, cerita rakyat dll.
Bicara mengenai budaya, salah satu sejarah yang sangat melekat dalam diri manusia hingga saat ini adalah sastra. Mengapa? Karena kita berkomunikasi lewat bahasa, kita mengetahui dan memahami maksud seseorang lewat bahasa dan kita berbicara terhadap seluruh orang pun menggunakan bahasa, sehingga seluruh aktifitas kita pun menggunakan bahasa dan bahasa merupakan salah satu bagian dari  sastra, dimana masih banyak bagian-bagian lainnya tentang sastra.

B.     Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
Dalam kesusatraan Indonesia dikenal jenis prosa lama dan prosa baru. Prosa lama meliputi dongeng, hikayat, epos, sejarah, dsb; sedangkan prosa baru meliputi cerpen, novel, kisah, biografi, dll.

C.     Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
Setiap karya sastra (prosa fiksi) selalu mengandung nilai-nilai moral yang ada di setiap ceritanya. Nilai-nilai itu meliputi sebagai berikut.
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan.
2.      Prosa fiksi memberikan informasi.
3.      Prosa fiksi memberikan warisan kultural.
4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan.

D.    Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
Puisi termasuk bagian dari seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian dan kesenian unsur dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan, atau keestikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1. Figura bahasa
2. Kata-kata yang ambigu.
3. Kata-kata yang berjiwa.
4. Kata-kata yang konotatif.
5. Pengulangan.
                        Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dengan IBD adalah sebagai berikut.
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman manusia.
2.      Puisi dan kesadaran tiap individu.
3.      Puisi dan kesadaran sosial.
Soal :
1.      Cabang-cabang yang dicakup the humanities adalah, kecuali.....
a.       Seni*
b.      Sastra
c.       Cerita rakyat
d.      Sejarah
Untuk soal nomor 2 & 3, perhatikan pernyataan berikut.

1)      Epos
2)      Novel
3)      Cerpen
4)      Hikayat
5)      Sejarah
6)      Kisah

2.      Yang termasuk dalam prosa lama adalah.....
a.       1), 5) dan 6)
b.      1), 4) dan 5)*
c.       2), 3) dan 4)
d.      2), 3) dan 6)
3.      Yang termasuk dalam prosa baru adalah....
a.       1), 5) dan 6)
b.      1), 4) dan 5)
c.       2), 3) dan 4)
d.      2), 3) dan 6)*
4.      Di bawah ini yang bukan termasuk nilai-nilai dalam karya sastra adalah.....
a.       Memberikan informasi
b.      Memberikan kesenangan
c.       Memberikan tambahan wawasan*
d.      Memberikan warisan kultural
5.      Banyak sekali sastrawan yang menulis kreativitas puisinya dengan menggunakan, kecuali.....
a.       Kata yang konotatif
b.      Kata yang denotatif*
c.       Kata yang ambigu
d.      Kata yang berjiwa
Daftar Pustaka :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar; Universitas Gunadarma, Jakarta, 1996.