Rabu, 18 Maret 2015

Bab 3 : KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN



KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

Nama               : Daniel Kristian M.
Kelas               : 1IB05
NPM               : 12414516
 
A.    Pendekatan Kesusatraan
IBD (Ilmu Budaya Dasar) sesuai namanya yang dahulu dinamakan Basic Humanities berasal dai bahasa latin “humanus”yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Mempelajari itu, maka kita pun menjadikan kita lebih manusiawi, berbudaya dan halus (homo humanus).
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari the humanities. Apa yang dimasukkan dalam the humanities sebagian besar disesuaikan dengan waktu dan keadaan, mencakup filsafat, teologi seni dll termasuk cabangnya sejarah, sastra, cerita rakyat dll.
Bicara mengenai budaya, salah satu sejarah yang sangat melekat dalam diri manusia hingga saat ini adalah sastra. Mengapa? Karena kita berkomunikasi lewat bahasa, kita mengetahui dan memahami maksud seseorang lewat bahasa dan kita berbicara terhadap seluruh orang pun menggunakan bahasa, sehingga seluruh aktifitas kita pun menggunakan bahasa dan bahasa merupakan salah satu bagian dari  sastra, dimana masih banyak bagian-bagian lainnya tentang sastra.

B.     Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Prosa
Dalam kesusatraan Indonesia dikenal jenis prosa lama dan prosa baru. Prosa lama meliputi dongeng, hikayat, epos, sejarah, dsb; sedangkan prosa baru meliputi cerpen, novel, kisah, biografi, dll.

C.     Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
Setiap karya sastra (prosa fiksi) selalu mengandung nilai-nilai moral yang ada di setiap ceritanya. Nilai-nilai itu meliputi sebagai berikut.
1.      Prosa fiksi memberikan kesenangan.
2.      Prosa fiksi memberikan informasi.
3.      Prosa fiksi memberikan warisan kultural.
4.      Prosa memberikan keseimbangan wawasan.

D.    Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan Puisi
Puisi termasuk bagian dari seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian dan kesenian unsur dari kebudayaan. Kepuitisan, keartistikan, atau keestikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
1. Figura bahasa
2. Kata-kata yang ambigu.
3. Kata-kata yang berjiwa.
4. Kata-kata yang konotatif.
5. Pengulangan.
                        Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dengan IBD adalah sebagai berikut.
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman manusia.
2.      Puisi dan kesadaran tiap individu.
3.      Puisi dan kesadaran sosial.
Soal :
1.      Cabang-cabang yang dicakup the humanities adalah, kecuali.....
a.       Seni*
b.      Sastra
c.       Cerita rakyat
d.      Sejarah
Untuk soal nomor 2 & 3, perhatikan pernyataan berikut.

1)      Epos
2)      Novel
3)      Cerpen
4)      Hikayat
5)      Sejarah
6)      Kisah

2.      Yang termasuk dalam prosa lama adalah.....
a.       1), 5) dan 6)
b.      1), 4) dan 5)*
c.       2), 3) dan 4)
d.      2), 3) dan 6)
3.      Yang termasuk dalam prosa baru adalah....
a.       1), 5) dan 6)
b.      1), 4) dan 5)
c.       2), 3) dan 4)
d.      2), 3) dan 6)*
4.      Di bawah ini yang bukan termasuk nilai-nilai dalam karya sastra adalah.....
a.       Memberikan informasi
b.      Memberikan kesenangan
c.       Memberikan tambahan wawasan*
d.      Memberikan warisan kultural
5.      Banyak sekali sastrawan yang menulis kreativitas puisinya dengan menggunakan, kecuali.....
a.       Kata yang konotatif
b.      Kata yang denotatif*
c.       Kata yang ambigu
d.      Kata yang berjiwa
Daftar Pustaka :
Nugroho, Widyo dan Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar; Universitas Gunadarma, Jakarta, 1996.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar