MANUSIA
DAN CINTA KASIH
Nama :
Daniel Kristian M.
Kelas :
1IB05
NPM :
12414516
A. Pengertan
Cinta Kasih
Cinta adalah rasa
suka/sayang ataupun rasa sangat kasih atau tertarik kepada sesuatu, sedangkan
kasih adalah perasaan sayang atau menaruh belas kasihan. Walaupun pengertian
cinta dan kasih mengandung arti hampir sama, namun terdapat perbedaan diantara
keduanya. Cinta lebih mengandung arti mendalamnya rasa, namun kasih lebih
keluarnya; sehingga bersumber dari cinta yang mendalamlah kasih itu dapat
diwujudkan secara nyata.
B. Cinta
menurut Ajaran Agama
Agama sejak dahulu kala
telah mengajarkan kepada semua umat manusia agar saling mencintai sesamanya,
baik itu cinta lawan jenis (ada batasnya), cinta kepada orang tua, cinta kepada
sebaya dll. Banyak kata-kata cinta yang didengungkan lewat lagu yang berisi
ajaran agama, membawa cinta kasih ke berbagai forum perdamaian dll. Cint pun
menampakkan dirinya dalam berbagai bentuk.
C. Kasih
Sayang
Kasih sayang merupakan
sebuah perasaan sayang, cinta atau suka kepada seseorang. Dalam kehidupan
berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang
sadar aatu tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab,
pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka,
sehingga keduanya merupakan kesatuan yang utuh. Bayi yang baru lahir,
anak-anak, remaja, laki-laki, perempuan, ayah, ibu, semuanya memiliki rasa
kasih sayang.
Dasar komunikasi yang
baik salam suatu keluarga ialah kasih sayang yang terdiri dari komunikasi
antara anak ke ibu, anak ke ayah, ibu ke ayah, anak ke anak. Sementara itu,
komunikasi antara anaka dengan orang tua terlahir dan terbentuk sebagai hasil
curahan kasih sayang orangtuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak
boleh lepas dari kasih sayang dan perhatian orang tua.
Adanya kasih sayang ini
mempengaruhi kehidupan anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih
sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari pemberian cinta kasih
ini dapat dibedakan:
1.
Orang tua bersifat
aktif, sedangkan anak bersifat pasif.
2.
Orang tua bersifat
pasif, sedangkan anak bersifat aktif.
3.
Orang tua dan anak bersifat
aktif.
4.
Orang tua dan anak
bersifat pasif.
D. Kemesraan
Kemesraan berasal dari
kata mesra yang berarti perasaan simpati yang akrab, yang berarti hubungan yang
sangat akrab antara pria-wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah
menikah. Pada dasarnya, kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Kemesraan dapat menimbulkan
kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk
seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
E. Pemujaan
Pemukaan adalah salah
satu bentuk nyata cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam berbagai
komunikasi ritual sesuai dengan keyakinan tiap manusia itu sendiri. Kecintaan
manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, karena
pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
F. Belas
Kasihan
Di dalam kehidupan ini
terdapat berbagai macam cinta, yaitu cinta kepada Tuhan (cinta agape), cinta
kepada ibu, bapak dan saudara (cinta philia), cinta antara pria dan wanita
(cinta emor) dan cinta kepada sesama (perpadua antara agape dan philia). Cinta
kepada sesama inilah yang diistilahkan sebagai belas kasihan.
Ada pengertian bahwa
cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan
tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita keluarkan benar-benar
keluar dari lubuk hati yang ikhlas.
Dalam kehidupan banyak
sekali yang harus kita kasihani dan banyak cara kita mengeluarkan belas
kasihan, bergantung kepada situasi dan kondisi.
G. Cinta
Kasih Erotis
Setiap umat manusia
mempunyai batasan dalam mengungkapkan cinta kasihnya kepada semua pihak, namun karena
ada beberapa individu yang menginginkan kesempurnaan cintanya dan ingin lebih,
maka dapat dikatakan bahwa terjadi yang namanya cinta kasih erotis.
Cinta kasih erotis
sering dicampuradukkan dengan pengalaman eksplosif berupa jatuh cinta. Namun,
perasaan inilah yang justru membuat seseorang tidak bisa menahan dirinya
sendiri terutama terhadap lawan jenis. Bagi yang sudah menikah, hal itu masih
bisa ditolerir. Yang jadi maalahnya adalah bagi para lawan jenis yang belum menikah,
tapi sudah melakukan hal percintaan yang justru mengarah ke perbuatan asusila.
Seringkali para pria-wanita berhubungan intim tidak pada tempatnya, pada
waktunya dan suasana yang tepat. Belum lagi jika ada pasangan yang tidak bisa
menerima kenyataan bahwa apa yang diharapkannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Maka timbullah perasaan emosi yang begitu besar dan tidak lagi memperdulikan
lingkungan sekitar.
Sebenarnya cinta kasih erotis bermakna
baik, yaitu sungguh-sungguh mencintai dan menyayangi dengan jiwanya yang
sedalm-dalamnya dan menerima pribadi orang lain.
Soal
:
1. Berikut
yang merupakan perbedaan anta cinta dengan kasih adalah.....
a.
Cinta merupakan rasa
tertarik terhadap sesuatu, sedangkan kasih merupakan perasaan menaruh belas
kasihan.*
b.
Cinta merupakan
perasaan menaruh belas kasihan, sedangkan kasih merupakan perasaan menaruh
belas kasihan.
c.
Cinta lebih mengandung
rasa keluarnya, sedangkan kasih lebih mendalam
d.
B dan C benar.
2. Bapak
Zidni sangat memberikan cinta kasih kepada anaknya setiap hari, sedangkan
anaknya tidak terlalu memberikan cinta kasih kepada ayahnya. Itu berarti.....
a.
Bapak Zidni bersikap
aktif, sedangkan anaknya bersikap pasif.*
b.
Bapak Zidni bersikap
pasif, sedangkan anaknya bersikap aktif.
c.
Bapak Zidni dan anaknya
bersikap aktif.
d.
Bapak Zidni dan anaknya
bersikap pasif.
3. Kemesraan
berasal dari kata mesra yang berarti....
a.
Perasaan simpati yang
akrab.*
b.
Perasaan simpati yang
biasa saja.
c.
Perasaan simpati yang
berlebihan.
d.
A, B dan C salah.
4. Fauzan
setiap harinya memuji dan mencintai Tuhan yang telah memberikan kehidupannya
hingga saat ini. Hal ini merupakan bentuk cinta dari.....
a.
Cinta Philia.
b.
Cinta Agape.*
c.
Cinta Emor.
d.
A, B, dan C salah.
5. Di
bawah ini yang termasuk dalam kategori cinta kasih erotis adalah.....
a.
Asusila.
b.
Perzinahan.
c.
Selingkuh.
d.
A, B dan C benar.*
Daftar
Pustaka :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar