MANUSIA
DAN KEBUDAYAAN
Nama :
Daniel Kristian M.
Kelas :
1IB05
NPM :
12414516
A. Manusia
Seluruh
manusia yang berada di dunia ini tidak terlepas dari saling berbagi peran satu
sama lainnya, bahkan masih dalam kandungan. Saat sang ibu hamil, mulai dari
suami dan sanak saudara yang mendampingi serta memberi dukungan (sosial) hingga
sang dokter yang terus memantau kondisi janin sang ibu (biologi). Saat sudah
lahir, harus memperkirakan apa apa saja dan berapa biaya yang diperlukan untuk
sang bayi dan ayah-ibu hingga sang anak tumbuh dewasa (ekonomi). Saat memberi
makanan pun harus mengetahui komposisi makanan tersebut (kimia). Kehidupan ini
pun tidak lepas dari yang namanya energi untuk menjalankan aktifitas
sehari-hari (fisika), untuk saling bersosialisasi terhadap orang lain hingga
tua (sosiologi).
Ada
2 pandangan yang akan dijadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur
yang membangun manusia, yaitu:
1.
Manusia itu terdiri
dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu:
a.
Jasad, yaitu badan
kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba dan difoto, dan menempati
ruang dan waktu.
b.
Hayat, yaitu mengandung
unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
c.
Ruh, yaitu bimbingan
dan pimpinan Tuhan.
d.
Nafs, yaitu kesadaran
diri sendiri terhadap pengakuan.
2.
Manusia sebagai satu
kepribadian mengandung 3 unsur, yaitu:
a.
Id, yang merupakan
struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak tampak.
b.
Ego, merupakan bagian
atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali
disebut sebagai kepribadian “eksklusif” karena peranannya yang menghubungkan
energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c.
Superego, merupakan
struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira mulai pada usia 5
tahun.
B. Pengertian
Hakekat Manusia
Tuhan menciptakan
manusia paling sempurna dibandingkan ciptaan-Nya yang lain, seperti
tumbuh-tumbuhan dan binatang dikarenakan kita mempunyai akal dan perasaan,
sehingga manusia pun ditugaskan untuk menjaga seluruh ekosistem yang ada di
bumi ini dengan ilmu pengetahuan dan teknologi salah satunya (seharusnya).
Setiap manusia
mempunyai perasaan untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain, sehingga kita
pun juga lebih mengetahui tentang sesama kita.
Dikarenakan setiap
manusia diberikan akal, wajib setiap manusia untuk menggunakan akalnya untuk
hal yang berguna tak hanya untuk dirinya sendiri ataupun keluarganya saja,
namun juga untuk menjaga kehidupan serta kelestarian kehidupan di bumi ini
supaya anak cucu kita pun bisa menikmati hasil yang memuaskan tentunya, serta
untuk lebih mengucap syukur terhadap apa yang telah diberi oleh Tuhan hingga
saat ini (seharusnya).
C. Kepribadian
Bangsa Timur
Dahulunya, ilmu
hubungan antar manusia berasal dari duna barat, dimana konsep individu sangat
penting, sehingga hanya terfokus pada tiap individu saja, bukan antarindividu. Namun,
Francis L. K. Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Tiongkok membuat sebuah
konsepsi bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung 8
daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri
pribadi.
D. Pengertian
Kebudayaan
Berbicara tentang
kebudayaan, maka langsung berhadapan dengan istilahnya. Kebudayaan jika dikaji
dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah
yang berarti budi/akal. Secara umum, dapat mencakup seluruh aspek manusia, baik
difat material maupun non-material.
E. Unsur-unsur
Kebudayaan
Untuk lebih mendalami
kebudayaan, perlu diknal beberapa masalah lain yang menyangkut kebudayaan,
salah satunya unsur. Maksudnya adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu,
sehingga lebih mengandung makna totalitas. Kebudayaan tiap bangsa/ masyarakat
terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang merupakan bagian dari suatu
kebulatang yang bersifat sebagai kesatuan.
F. Wujud
Kebudayaan
Terdapat 3 wujud jika dilihat dari
dimensi wujudnya, yaitu:
1.
Kompleks gagasan,
konsep dan pikiran manusia.
2.
Kompleks aktivitas.
3.
Wujud sebagai benda.
Ketiga wujud dari
kebudayaan tadi dalam kehidupan sehari-hari tak dapat dipisahkan satu sama
lain. Kebudayaan ideal dan adat-istiadat mengatur dan memberi arah kepada
tindakan-tindakan dan karya manusia.
G. Orientasi
Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara
universal terdapat 5 masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.
Hakekat hidup manusia.
2.
Hakekat karya manusia.
3.
Hakekat waktu manusia.
4.
Hakekat alam manusia.
5.
Hakekat hubungan
manusia.
H. Perubahan
Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan
dimanapun selalu dalam keadaan berubah, sekalipun masyarakat dan kebudayaan primitif
yang terisolasi dari berbagai hubungan dengan masyarakat lainnya (contoh
masyarakat baduy) serta tidak ada yang statis, semuanya dinamis dan bergerak.
Terjadinya pergerakan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.
Sebab-sebab yang
berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.
Sebab-sebab perubahan
lingkungan alam dan fisik tempat merek hidup.
I. Kaitan
Manusia dan Kebudayaan
Kaitan antara manusia dengan budaya
tidak sesederhana yang dibayangkan, karena semuanya itu berawal dari
terciptanya manusia di muka bumi ini dan setelah beberapa lama barulah
terciptanya budaya dan terlihat bahwa manusia dan budaya adalah satu kesatuan.
Peraturan yang sudah dibuat oleh manusia sejak dahulu kala higga kini merupakan
suatu contoh bahwa sudah lama sekali manusia dan budaya melintasi zaman dan
waktu.
Soal
:
1. Seorang
ibu ingin mengetahui persentase kandungan zat dalam sebuah susu kemasan. Hal
ini berarti mempelajari tentang.....
a.
Fisika
b.
Kimia*
c.
Biologi
d.
Mekanika
2. Ilham
memotret dirinya sendiri untuk diunggah ke profil BBM.
Maka, apa yang ditampilkan Ilham di profil BBM-nya disebut.....
a.
Jiwa*
b.
Ruh
c.
Nafs
d.
Hayat
3. Berikut
ini adalah kepribadian manusia yang sudah ada sejak bayi, kecuali....
a.
Id
b.
Ego
c.
Superego*
d.
Semuanya salah
4. Kebudayaan
berasal dari kata budhayah yang
berarti...
a.
Sikap
b.
Budi*
c.
Jiwa
d.
pengertian
5. Secara
umum terdapat beragam masalah pokok kehidupan manusia, kecuali.....
a.
Hidup manusia
b.
Kejahatan manusia*
c.
Karya manusia
d.
Hubungan manusia
Daftar
Pustaka :
Nugroho, Widyo dan
Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar;
Universitas Gunadarma, Jakarta, 1996.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar